Skip navigation

You know “pacaran”?? setelah mengalami dan mempelajari gw kok jadi merasa pacaran itu childish bgt yah?? pacaran itu adalah peraturan tak tertulis dalam hubungan antara lawan jenis (atau mungkin sesama jenis? haha)

yang pasti landasannya adalah komitmen, yeah itu inti yang baik memang, tapi soal pengikraran, apa lo merasakan sesuatu yang ‘menggelikan’??

Gw jadi menertawakan tindakan gw untuk ‘menembak’ seorang cw di zaman beheula.. karena yang terjadi kemudian adalah rasa posesif, kita jadi seolah memiliki suatu benda.. enggak boleh ’selingkuh’ bla-bla-bla

hal yang lebih ‘dewasa’ menurut gw adalah hubungan dan komitmen itu sendiri.. yaa just enjoy that relationship when you meet her.. biarkan satu sama lain bebas berhubungan dengan orang lain..

seperti hubungan Kikan dengan suaminya (siapa tuh, yg bassist dewa skrg?) dia dahulu berhubungan tanpa pengikraran ‘jadian’, dan kata mereka mereka sudah cukup dewasa untuk tahu bahwa mreka hanya menikmati hubungan tanpa pengikraran yang cenderung ‘konyol’

gw mungkin akan membahas nya lebih lanjut di postingan berikutnya, dan terlebih dahulu silahkan baca lirik dari salah satu lagu Dream Theater ini:

But hes the sort who cant know
Anyone intimately, least of all a
Woman. he doesnt know what a woman
Is. he wants you for a possession,
Something to look at like a painting or an ivory box.
Something to own and to display. he doesnt want you to be real,
Or to think or to live. he doesnt love you, but I love you.
I want you to have your own thoughts and ideas and feelings, even when
I hold you in my arms. its our last chance… its our last chance

***

Yeah melanjutkan postingan di bawah, sebenarnya topik ini sangat menarik, namun sangat kompleks untuk dibicarakan.. dan mungkin gw engga bisa menjelaskannya secara sistematis, dan mungkin akan ada hal yang luput untuk gw tuliskan di sini..

Gw melihat sebuah pola standar yang terus menerus dilakukan oleh pria dan wanita.. Persoalan utama di sini adalah permasalahan cinta-mencintai.. Banyak dari kita haus akan cinta, dan mungkin memang benar perkataan Erich Fromm, salah satu psikoanalis ternama, bahwa cinta adalah kebutuhan eksistensial kita yang paling mendasar..

Dengan mencintai kita bisa memenuhi rasa kesepian kita, suatu rasa yang disebabkan oleh keterpisahan kita.. Dengan kata Fromm cinta adalah suatu mode tindakan terhadap dunia secara keseluruhan..

Namun sayangnya sedikit di antara kita yang bisa benar2 mencintai, karena mencintai itu sulit.. dibutuhkan karakter yang dewasa dan ‘produktif’ untuk bisa mencintai dengan benar, dan karenanya bisa memenuhi kebutuhan eksistensial kita..

Dan banyak di antara kita yang malah ’salah arah’, mungkin salah arah kata yang tidak tepat, yaitu kita malah melakukan suatu mode sado-masochist.. Itu adalah sebuah disorder, kalo kasarnya.. karena mereka tidak bisa mencintai dengan benar, menyatu sekaligus mempertahankan individualita, mereka malah mencoba menyatukan diri mereka sepenuhnya pada pasangannya (tepat ga seh kata2nya? gw ragu! hehe)

Pada pihak yang sadistik, dia memanipulasi, menguasai, memiliki pasangannya.. ia ingin menguasai pasangannya sepenuhnya, tanpanya dia bukanlah apa2.. dia cenderung ‘menyakiti’ pasangannya dan ‘membencinya’
Sedangkan pihak masokis merelakan dirinya di kuasai, karena sebenarnya dia tidak memiliki individualita..

Untuk meredam rasa kesepiannya, sang sadistik menguasai pasangannya, sedangkan masokist merelakan dirinya dikuasai..

WEW.. kompleks deh! kalo mau lebih lengkap baca buku Fromm aja deh Fear of Freedom! hoho..

Nah kita kembali ke dunia nyata.. Gw melihat mode pacaran muda-mudi skrg ini mirip sekali dengan mode sado-masokis.. Biasanya sang cowo bersikap posesif, dia membatasi kebebasan sang wanita, dan ingin memilikinya sepenuhnya.. sedangkan sang wanita sedang didominasi, karena itulah ilusinya untuk memenuhi kesepian dan kehampaannya..

Sang cowo sebenarnya tidak mencintai sang cw, dalam artian yang sebenarnya.. mencintai adalah suatu tindakan aktif demi kebebasan, kebahagiaan, dan pertumbuhan sesuatu yang dicintainya.. dia sebenarnya ‘membencinya’ dia benci kekebasannya, dia benci pertumbuhannya..

Dia sangat bergantung dengan orang yang didominasinya.. tanpanya dia bukanlah apa2, dia hampa.. sehingga kita sering melihat orang yang bunuh diri dan depresi bila putus cinta.. Because, he or she is nothing wihout his or her mate..

***

Lalu bagaimana sebaiknya??

Hubungan yang benar2 sehat adalah yang seperti itu tadi.. kita mengusahakan kebahagiaan, kebebasan, dan pertumbuhan pasangan kita.. biarkan dia bebas untuk memilih dengan siapa dia berhubungan.. suatu ikatan malah mengekangnya..

suatu hubungan yang sehat hanya menikmati kebersamaan dengan pasangannya.. tanpa ada harapan ke depan, kekhawatiran, dan sakit hati di masa lalu..

Lalu kita membiarkan pasangan kita ‘berselingkuh’?? Yupz, biarkan dia bebas berhubungan dengan orang lain, karena tujuan kita berhubungan adalah untuk kebahagiaannya, selama orang lain juga bisa membahagiakannya, why not??

dan ironisnya hal itu malah membuat sang pasangan menjadi setia.. gw telah mempraktekkan nya kepada mantan cw gw dulu..

Gw bilang, “Yang penting kamu terbuka, dalam artian terserah kamu mau jalan sama siapa kek, yang penting jujur dan terbuka.. Aku enggak mau ngebatasi kamu..”

Dan juga semangat itu gw terapkan kepada wanita yang gw taksir.. gw hanya menikmati kebersamaan dan hubungan.. hingga waktu lama berlalu, namun enggak ada status, dan gw sendiri menjadi ‘ling-lung’ dan bertanya kepadanya,
“Jadi skrg lo mau nya bagaimana?”
gw berharap dia menjawab, “Gw butuh kepastian”.
Eh dia malah bilang, “Yaa gw mau kaya biasa aja, seperti biasanya, kaya dulu lagi..”
DUENG!!

Dasar, karakter gw sendiri juga belum dewasa! haha.. di awali dengan semangat sehat, namun di akhiri dengan hasrat2 irasional..

he doesnt want you to be real,
Or to think or to live. he doesnt love you, but I love you.
I want you to have your own thoughts and ideas and feelings, even when
I hold you in my arms

8 Comments

    • frans
    • Posted January 30, 2010 at 2:36 am
    • Permalink

    Ter… Ter…hari gini masih ngomong tentang cinta… hahahaha….
    Bangun ter… Bangun Ter… jangan ngimpi mulu lo. Hadapi Dunia yang keras ini… Hidup ini bukan hanya sekedar ngomongi cinta..
    hehehe… jangan marah ter

    • Dian Pramashanti
    • Posted January 28, 2010 at 10:12 am
    • Permalink

    terow..
    ini pemikiran gua dari dulu..tentang konsep suatu hubungan. Sayangnya ter, beberapa orang menganggap hal itu adalah kontras..ada yang berfikir bahwa, hal itu bisa ajah bermain api walaupun awalnya enggak ada niat sama sekali (berhubungan dengan siapa ajah), cuma temen lama2 cirhat lama melibatkan perasan dan lama-lama akhirnya timbulah perasaan itu, ini sering banged terjadi antara komunikasi pria dan wanita. Jadi ketika kita berkomitmen, maka kita serius untuk menjalaninya at least setia pada satu orang dulu. Namun kadang gua pun ngerasa jadi termanipulasi kesekian kali tentang konsep hubungan yang seperti itu. Dan beberapa orang mengatakan, jika masih ingin bebas dan tak mau terikat kenapa mau ada ikatan?
    ter jujur ya konsep yang lo bilang tadi gua setuju, dan masa2 hubungan dengan alasan cemburu ato mengekang kebebasan setelah kita menjalin hubungan itu sering banged terjadi termasuk gua..tapi ter pemikiran kaya gtu butuh dua orang yang sama pemikirannya mengenai hal ini. Dan kebanyakan orang yang gw sebut tadi lebih memilih aman dalam menjaga hubungan seperti itu dan satu lagi ter, hubungan tanpa harapan bagai kehidupan tanpa nafas. So untuk harapan kedepan gua masih rancu nii, mungkin bisa jah kita berharap pada hubungan yang kita jalani, cuma konsep harapan seperti apa seharusnya dan bagaimana. Hal itu masih ada keganjelan dalam fikiran gua…hehehe
    jadi untuk ngejalnin sutu hubungan tanpa harapan, kaya hubungan itu mati ter. Dia tidak memiliki harapan untuk membangun dr pasangannya( disini konteksnya positif ya ter) bukan harapan yang melankolis dan abstrak. Jadi untuk klaimat lo mengenai harapan masa depan, gua masih kurang setuju, sejauh yang gua tangkep ya ter dr kalimat lo itu:)

    thanks ure notes, nice!

    • terow
    • Posted September 23, 2009 at 9:10 am
    • Permalink

    ternyata apah??

    iyah, kadang klo pinter, pinter bgt gw! wkwkwkwk

    • yuna
    • Posted September 21, 2009 at 8:53 pm
    • Permalink

    ahahaha, samaaa, dulu gw pikir gw itu aneh banget kalo ngerasa ‘nembak’ itu sesuatu yang konyol banget dan betapa ga dewasanya kita, tapi ternyata…. yyess!!!

    kalo lagi pinter elo jadi pinter beneran yah?? wahahaha

    LIKES THIS

    • melissa
    • Posted March 15, 2009 at 3:34 pm
    • Permalink

    kak tulisannya bagus deh. gw jadi agak sedikit yaa merasa “bodoh”.. ya emang agak susah sih berusaha berfikir realistis untuk menghindari ini semua.. tp gw jadi sadar sbenernya perasaan ini gak begitu penting.. hahahaha

    • Rizky Syaiful
    • Posted March 11, 2009 at 3:02 pm
    • Permalink

    Saya setuju sekali dengan ide bung Terow tentang ‘ikatan’ pacaran
    _____

    sampai saat ini,
    saya masih berfikir bahwa misi ‘ikatan’ pernikahan itu adalah memutuskan peluang munculnya cinta pada seseorang yang memang lebih baik dari istri saya.

    _____

    dari sepenuhnya bebas –> sepenuhnya terikat

    hhhmm…

    • terow
    • Posted March 10, 2009 at 10:11 pm
    • Permalink

    pengikatan? maksudnya menjaga pernikahan tetap langgeng demi sang anak?

    wah ini subjek yg berbeda bung Rizky.. ‘efek’ yg terjadi akibat hubungan yg sudah tidak sehat lebih berdampak buruk pada sang anak, dibandingkan perceraian..

    setidaknya hal itu mengajarkan pada sang anak utk bersikap tegas..

    • Rizky Syaiful
    • Posted March 10, 2009 at 5:51 pm
    • Permalink

    nice!

    analisa yang keren,
    sudahkah mempertimbangkan pengikatan di pernikahan yang menjaga seorang bocah manusia dari kehilangan salah satu (atau kedua?) orang tua?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: