Skip navigation

“Sekuat apa pun manusia, jika berhadapan dgn pedang sungguhan, pasti akan merasa takut.. Aku jg begitu.. Tapi kita tdk boleh berpaling dr rasa takut itu, melainkan harus menghadapinya! Dengan begitu, kita bisa menghilangkannya.. Itulah yg dimaksud dgn ‘kuat’..”

Itu adalah perkataan dr Hozoin In’ei, salah satu karakter pada buku Miyamoto Musashi..

Yeah, langsung saja.. Kita harus mendefinisi lagi apa yg dimaksud dgn ‘kuat’.. Namun mendefinisikan tentu hal yg tdk terlalu berguna dilakukan, namun yg kita butuhkan adalah karakteristik dr apa yg dimaksud kuat itu sebenarnya..

Sangatlah ‘dangkal’ sekali beranggapan bahwa yg dimaksud kuat itu dr sudut pandang fisik.. Sebagaimana Musashi yg awalnya beranggapan kuat itu dr kekuatan fisiknya..

Gw pun mengenal seseorang mungkin bs dikatakan kuat dan berani.. Seorang pria yg lahir di lingkungan yg keras.. Pertarungan dgn pisau pun pernah dilakukannya..
Namun hal itu sangatlah kontras dgn kelemahannya dalam menghadapi realita.. Dia sangat lemah sekali dalam menghadapi dan merasakan perasaannya, hingga ia jatuh terus menerus dlm lubang yg sama.. Dia sering curhat pada gw mengenai kelemahannya itu..

Satu hal yg ingin gw sampaikan di sini adalah mengenai anggapan masyarakat umum bahwa menangis itu melambangkan kelemahan..

Oh come on! Menahan tangis itu sendiri adalah tanda betapa pengecutnya dirimu dalam menghadapi kenyataan perasaan (meminjam bahasa Krispatih) Engkau pikir dgn menggigit bibir dan rasa tercekat di lehermu itu melambangkan kekuatan? Hal yg jelas gw lihat dr teman gw itu adalah itu menandakan kelemahanmu!

Engkau lemah dan takut menerima kenyataan yg sebenarnya.. Engkau memilih menolak, menghiraukan, atau merasionalisasi hal tsb.. Apakah itu yg dinamakan kekuatan??

Hadapilah kenyataan dgn ksatria.. Tangisilah rasa kehilanganmu, dgn begitu engkau akan mendapatkan kembali kekuatanmu utk kembali melangkah.. Kekuatan utk maju ke depan, bukan utk menyembunyikan perasaanmu yg sebenarnya..

“I shall do so, (dispute his wife’s death)
But I must also feel it as a Man.”
(Macduff in Macbeth – Shakespeare)

3 Comments

    • yuna
    • Posted September 23, 2009 at 8:46 pm
    • Permalink

    gw cuman meratiin yang itu doang, hehehehe ;p

    • terow
    • Posted September 23, 2009 at 9:10 am
    • Permalink

    lah lah lah.. kayanya lo belum nangkep poin yg gw maksud deh! hehehe

    • yuna
    • Posted September 21, 2009 at 8:44 pm
    • Permalink

    oh, ayolaaaah, kalo buat gw sih nangis bisa bikin lega dan bikin kita bisa ngeliat lebih jelas lagi, hehehe, stoy yah gw?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: